Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Akhiri Perang Tersembunyi Ini Maka Semua Perang Akan Berakhir, Raih Perdamaian Dunia yang Sejati dan Abadi, Bagian 7 dari 9

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Para pemimpin dunia dan para pemimpin agama, kalian telah melakukan sesuatu yang luar biasa di satu atau lebih kehidupan kalian sebelumnya, jadi saat ini, kalian menuai imbalannya, berada di puncak dunia manusia. Orang-orang menyembah kalian. Orang-orang menghormati kalian. Orang-orang mendukung kalian, memilih kalian, dan memercayai kalian di posisi tertinggi di dunia ini. Kalian harus terus melakukan lebih banyak perbuatan baik, menyebarkan lebih banyak ajaran suci, mendekatkan orang-orang pada Tuhan, dan mendapatkan lebih banyak lagi pahala alih-alih kedudukan fisik atau imbalan fisik apa pun yang dapat diberikan kepada kalian. Kalian akan semakin dihormati oleh dunia, dan kalian akan membawa semakin banyak orang kepada Tuhan, untuk melakukan lebih banyak hal baik bagi semua orang di planet ini, mengikuti teladan kalian. Jika tidak, kita akan terus mendukung perang setiap hari, dan beberapa di antaranya meletus menjadi perang orang dewasa, perang manusia. Bukan hanya manusia, orang dewasa bersama-sama, tetapi manusia melawan bayi-bayi kecil di dalam kandungan, melawan domba kecil, anak domba, atau anak sapi, dan ikan kecil di laut, monyet liar kecil di hutan.

Manusia menyebabkan penurunan drastis pada satwa liar di planet ini, dan itu menempatkan banyak ekosistem di ambang kehancuran.

Ada peringatan mendesak malam ini dari para ilmuwan iklim. Mereka mengatakan 1 juta dari 8 juta spesies tumbuhan dan hewan di Bumi kini berada dalam risiko kepunahan yang sangat besar, menurut studi baru PBB.

Untuk memenuhi selera dunia akan daging, kita telah menciptakan industri global raksasa. Kita membunuh dan memakan lebih banyak hewan dalam setahun daripada jumlah manusia yang pernah hidup di planet ini sejak kita keluar dari rawa-rawa.

Semalam, Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran di Kyiv. Menurut militer Ukraina, lebih dari 400 drone penyerang telah diluncurkan.

Pertempuran di sepanjang perbatasan yang disengketakan antara Thailand dan Kamboja telah berlanjut hingga hari kedua, dan memaksa puluhan ribu orang untuk mengungsi dari daerah itu, dan kedua belah pihak saling menyalahkan.

Perang saudara di Sudan memasuki fase baru yang mengerikan. Pasukan Pendukung Cepat paramiliter telah melakukan pembantaian massal setelah menguasai kota penting El Fasher.

Kita menghancurkan segalanya. Semakin banyak posisi yang dihormati dan suci yang tersedia dan diambil, semakin banyak penderitaan yang timbul di dunia. Pikirkanlah itu.

Dan para pemimpin dunia, kalian telah dipilih, ditunjuk untuk menjadi pemimpin warga kalian, untuk memberi mereka kehidupan yang lebih baik, kenyamanan yang lebih besar, untuk mengurus mereka seperti anggota keluarga kalian sendiri, seperti anak-anak kalian sendiri. Jangan melakukan kebalikannya. Jangan terlalu mengkhawatirkan perolehan suara dan dompet kalian, melainkan lebih pada pahala dan hukuman dari Surga dan neraka. Seharusnya yang kalian khawatirkan adalah posisi kalian di neraka, bukan pemilihan berikutnya. Jika kalian bisa pergi ke neraka, kalian akan melihat banyak biarawan, biarawati, dan imam dari berbagai agama di sana, di neraka, di berbagai jenis neraka, karena mereka tidak benar-benar menyebarkan kebaikan. Mereka tidak benar-benar menjaga standar moral, kebajikan, dan rasa welas asih mereka sesuai dengan agama mereka. Mereka menafsirkannya untuk kepentingan sendiri sehingga mereka akan memperoleh keuntungan lebih banyak dengan berbagai cara. Tentu saja, ada biarawan yang berbudi luhur, biarawati yang luar biasa, dan pendeta yang suci, tetapi kecuali mereka benar-benar mematuhi ajaran mereka, prinsip-prinsip agama mereka, mereka akan masuk neraka.

Saya bahkan mengenal secara pribadi beberapa biksu Buddha, mereka terus melanggar ajaran, atau setidaknya kadang-kadang. Bahkan saya menyumbang banyak ke kuil-kuil, kuil-kuil yang berbeda, tanpa menyebutkannya sebelumnya, maksud saya benar-benar uang yang banyak untuk satu orang, dengan sedikit uang yang saya miliki. Terutama di awal misi saya, Saya tidak punya banyak uang tapi saya tetap menyumbang banyak untuk membangun kuil karena saya percaya pada biksu dan biksuni dan kuil untuk membimbing orang-orang menuju kebenaran dan menyelamatkan mereka dari neraka. Mereka masih bergosip. Saya tidak tahu apakah mereka bergosip tentang orang lain, tapi mereka bergosip tentang saya – bahkan di internet. Beberapa melakukannya diam-diam, tapi saya tahu mereka melakukannya karena gosip itu bocor ke tempat lain dan beberapa ada di internet. Apa yang saya lakukan pada mereka? Ajaran salah apa yang pernah saya ajarkan? Jika saya mengajar sesuatu yang salah dengan sengaja dan demi keuntungan saya, semoga Tuhan mengucilkan saya selamanya di neraka.

Saya masih berdoa kepada Tuhan untuk mengampuni mereka. Tapi itu bukan tugas seorang biksu dan biksuni untuk menyebarkan gosip yang tak berguna, tak masuk akal, dan tak benar!!! Bersikap tidak berbelas kasih, bersikap tidak bermoral dan tidak tahu berterima kasih seperti itu. Tentu saja saya menghasilkan uang, tapi bagi saya untuk menyumbang hampir setengah juta dolar AS hanya untuk satu kuil, misalnya, itu masih terasa berat bagi saya jika dibandingkan dengan cara hidup saya. Jadi, saya terkejut mendengar mereka yang disebut para biksu yang terhormat itu bergosip tentang saya, menuduh saya – tentang hal-hal yang sama sekali tidak benar dan tidak ada hubungannya dengan mengajarkan orang untuk berbuat baik, berperilaku baik, mengikuti standar moral dan ajaran yang baik. Saya tidak pernah mengajarkan hal salah secara moral kepada siapa pun. Saya tak pernah mengajar apa pun ke siapa pun demi keuntungan saya. Apa pun yang saya peroleh, saya berikan. Dan saya sendiri, bahkan hidup dengan sangat hemat.

Beberapa dari yang disebut murid, mereka yang menyelinap ke dalam kelompok saya, atau hanya memata-matai untuk mempelajari sesuatu dari inisiasi kemudian keluar dan menjadi seorang guru memakai kekuatan saya, nama saya, bahkan memalsukan desain perhiasan saya sendiri, dan hal-hal lainnya, untuk menjalani kehidupan yang baik. Dan membeli banyak jam tangan mahal, mobil, dll... dan bahkan tidak peduli berapa harganya, seperti Trần Tâm atau Ruma, dll... bahkan tidak menanyakan harganya. Dan punya mobil mewah dan semua itu. Para biarawan dan biarawati saya, mereka tak punya mobil mewah. Saya punya beberapa mobil yang terlihat seperti mobil mewah, tetapi sebenarnya mobil bekas atau mobil tangan ketiga. Hanya satu atau dua. Barang-barang itu bahkan bukan milik saya, bukan atas nama saya, bahkan tidak. Dan mereka berpikir karena mereka memakai pakaian indah seperti saya, mendesain pakaian seperti itu, maka mereka terlihat seperti saya. Mereka bilang saya setara dengan mereka. Apa yang setara? Mencuri desain saya dan semua itu, lalu membuat perhiasan, lampu, dan pakaian secara ilegal. Lalu membuat pemerintah menyalahkan saya atas penipuan pajak. Saya tidak melakukannya. Bahkan – bahkan – jika saya tak membayar pajak, mungkin karena saya tidak tahu, tapi saya tetap membayar pajak setiap tahun. Maksud saya bukan secara pribadi, perusahaan saya yang membayar dan saya menandatangani.

Dan saya hanya punya uang secukupnya. Bahkan jika saya punya uang di bank, itu karena saya memang harus punya sekarang. Ketika saya pertama kali muncul, saya tidak punya kartu kredit. Semua murid saya yang mengurus uang di bank. Saya tak pernah punya rekening bank saat itu, saya bahkan tidak bisa membayar bensin, karena saya bahkan tak tahu saat itu bahwa untuk membeli bensin, anda harus punya kartu kredit. Setelah saya memiliki kartu kredit dan rekening bank, hal itu menimbulkan masalah baru di berbagai daerah dan negara, seperti dinas pemadam kebakaran atau polisi yang meminta dan menuntut bukti asal-usul uang sebanyak itu: untuk beberapa truk besar berisi mainan donasi untuk anak-anak miskin, bank makanan, korban bencana, keluarga miskin, bahkan untuk polisi – cokelat vegan untuk Natal, sebagai ucapan terima kasih atas bantuan sebelumnya, dll... karena belum pernah ada yang memberi sebanyak itu sebelumnya.

Dan mereka bahkan memeriksa semuanya dengan toko-toko untuk memastikan bahwa saya sudah bayar; seharusnya ini sederhana, kasual, dan anonim. Lalu beberapa surat kabar bahkan mengatakan bahwa saya ingin terkenal karena saya membayar pakaian untuk orang miskin dengan kartu kredit. (mereka mendapatkan informasi ini dari polisi dan toko-toko!). Mereka mengatakan bahwa jika saya benar-benar ingin tetap anonim, saya pasti sudah bayar dengan uang tunai! Saat itu, saya tidak punya uang tunai lagi; saya sudah menghabiskan limit kartu kredit saya di Kanada, tidak bisa kembali ke Spanyol, dan harus meminjam kartu dari tiga murid untuk membayar tiket pesawat!!.

Terkadang saya tidak perlu menggunakan kartu saya untuk sementara waktu, lalu mesin menelan kartu saya. Di lain waktu, hal yang sama terjadi, tapi di dalam bank – saya hanya ingin empat ribu, tapi bank memotong kartu saya di depan saya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Saya terlalu malu untuk bertanya mengapa. Semua orang di sana menatap saya seperti kalian tahu apa…!

Jadi, saya pikir lebih baik saya bergabung dengan rekening salah satu murid penetap saya, yang telah mengurus uang saya, agar dia bisa mengurusnya dengan lebih baik. Tapi bank mengatakan saya “ingin mencuri uangnya”, sehingga tidak mengizinkan saya bergabung dengan rekening banknya di (…) dan menolak untuk membiarkan saya membuka rekening sendiri. Jadi, saat saya berada di Eropa, saya membuka rekening di cabang (…) di Spanyol, dan bank itu, setelah tiga dekade saya menjadi nasabahnya, tiba-tiba memblokir rekening saya, dan mengatakan bahwa saya harus mengajukan permohonan ulang, membuktikan kembali sumber uang saya agar rekening saya dapat dibuka lagi – harus melalui SEMUA PROSES ITU LAGI. Saya bahkan tidak bisa menarik uang untuk menyumbang ke gereja dan tempat penampungan insan-hewan di dekat sana, di Spanyol. Saya biasa menyumbangkan uang ke beberapa penampungan insan-hewan di sana. Pihak bank mengatakan bahwa saya harus mencari pengacara internasional untuk mengurus dokumen saya. Ya Tuhan, saya tidak bisa – tidak ada waktu, tidak ada kepercayaan untuk menyerahkan semua data pribadi saya saat dalam pelarian, berusaha melindungi keselamatan saya; juga tidak bisa tinggal di satu tempat terlalu lama.

Dan juga sudah ada pengalaman buruk dengan bank (…) di Spanyol – mereka menghentikan uang saya yang akan dikirim untuk membeli ashram di Kanada, dengan alasan ada masalah dengan paspor saya. Tapi saya bisa bepergian keliling dunia DENGAN PASPOR YANG SAMA, dan mereka menerima uang saya untuk rekening di sana di bank yang sama dan dengan paspor yang sama. Dan bank kecil saya bernama (…), yang berjarak beberapa blok, mereka bisa mengirimkan untuk saya US$300 ribu sebagai donasi saya untuk korban Badai Katrina di AS, tanpa masalah, tanpa pertanyaan!! Kemudian saya ingin pindah bank ke bank Hongaria, tapi juga tidak bisa karena (…) di Spanyol mengatakan hal-hal negatif yang sama, lebih kurang, dan tidak mau membantu saya pindah bank. Jadi saya menutup rekening ini dan menarik semua uang saya dalam bentuk tunai!!! Dll...

Ah, ada banyak sekali cerita lain tentang bank-bank saya. Saya bisa bercerita selamanya tentang mereka. Sulit bagi saya untuk memahaminya. Saya harap kalian kini tahu, oleh karena itu, kenapa saya tak bisa selalu menyediakan ashram baru untuk kalian. SANGAT SULIT BERURUSAN DENGAN BIROKRASI BANK!

Tapi tanpa kartu kredit, terkadang saya terjebak di jalanan di tengah antah-berantah pada malam hari ketika pom bensin tutup. Tidak ada tempat untuk tidur, gigitan nyamuk di mana-mana di tengah malam, di tengah antah-berantah. Jadi saya harus punya rekening bank. Dan saya punya rekening bank agar saya bisa membeli ashram, mobil tangan kedua atau mobil dari banyak tangan untuk berkeliling, untuk mengurus kalian, untuk berceramah dan semua itu. Ya Tuhan. Tuhan tidak mengizinkan saya pergi ke mana pun saat ini. Pertama, karena Tuhan mengkhawatirkan keselamatan saya. Kedua, seperti yang kalian tahu, bahkan mata-mata masuk ke kelompok saya dan menimbulkan masalah juga. Besar dan/atau kecil, atau beberapa orang pembunuh mengancam nyawa saya. Mata-mata ada di depan pintu saya, di kelompok saya, segala jenis. Mereka hanya perlu mencari cara masuk dan mendapatkan informasi dan sebagainya.

Dan sekarang ini, kalian bahkan tak bisa membayar dengan uang tunai. Dulu saya selalu membawa uang tunai untuk diberikan kepada orang-orang di jalan atau membeli barang-barang dari usaha-usaha kecil agar mereka bisa bertahan hidup. Usaha-usaha kecil di jalanan, mereka tidak punya mesin pembayaran kartu kredit. Para pengemis di jalan raya, mereka tidak punya rekening bank untuk mencairkan cek saya. Para tunawisma, mereka hanya punya tenda untuk melindungi diri dari angin dan matahari. Bagaimana saya bisa memberi mereka cek atau kartu kredit untuk dicairkan? Namun, saat ini, hampir semua hal dilakukan secara digital. Jadi, kini saya tak punya uang tunai. Saya kini tak bisa memakai uang tunai meskipun saya memilikinya. Saya tidak tahu cara memakai semua hal digital ini. Dan saya juga ragu untuk selalu memberikan nama saya di mana pun, kepada siapa pun seperti itu. Kehidupan manusia semakin memburuk.

Photo Caption: “Tak Semua Musim Dingin Dirasakan oleh Mereka yang Siap dengan Baik”

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (7/9)
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Antara Guru dan Murid
2026-02-20
1262 Tampilan
32:26
Berita Patut Disimak
2026-02-19
432 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-02-19
891 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-02-19
1562 Tampilan
Ringkas
2026-02-19
804 Tampilan
35:03
Berita Patut Disimak
2026-02-18
897 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-02-18
983 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh