Media Report by EWTN – May 15, 2020, Catherine: Seorang wanita di Inggris telah mengajukan gugatan hukum yang meminta agar bisnis aborsi diwajibkan memberi tahu para wanita bahwa bayi mereka yang belum lahir mampu merasakan sakit saat digugurkan. Wanita itu, Anna Marie Tudor, mengatakan bahwa jika dia tahu bayi belum lahir yang dia gugurkan pada usia kehamilan 23 minggu dapat merasakan sakit, dia tidak akan memilih aborsi. Tudor mengatakan, karena tak diberi informasi tentang rasa sakit janin, dia mengklaim bahwa dia tidak mampu memberikan persetujuan yang sepenuhnya terinformasi untuk aborsi. […]Dr. David Prentice, PhD: Kenyataannya adalah bayi-bayi kecil ini di dalam rahim memang merasakan sakit sejak usia sangat dini. […] Dan ini juga menekankan bahwa mereka adalah manusia kecil. Mereka memang mengalami rasa sakit di dalam rahim. Dan kita perlu menyadari hal itu. […] Dan kita perlu memikirkan kembali bagaimana hal ini semakin memanusiakan apa yang sebelumnya digambarkan sebagai “gumpalan jaringan”. Jelas, manusia-manusia muda ini, sains mendukung apa yang kita ketahui di dalam hati kita. Mereka memang merasakan sakit.Catherine: Tentu saja. […]Dr. David Prentice, PhD: Orang-orang dapat menyadari fakta sebenarnya tentang manusia yang sedang berkembang ini – bahwa mereka merasakan sakit, bahwa jantung mereka berdetak dan memompa darah ke seluruh tubuh mereka, bahwa mereka adalah makhluk hidup. Dan itu adalah kewajiban kita […] untuk menyebarkan kebenaran ini, bahwa manusia-manusia muda ini layak mendapatkan rasa hormat dan martabat manusia.Excerpt from “1st Trimester Surgical Abortion: Suction (Aspiration) D & C” by Live Action – Feb. 24, 2016, Narrator: Dokter aborsi mengambil kateter pengisap […] Kateter tersebut dimasukkan melalui leher rahim ke dalam rahim. Mesin isap kemudian dihidupkan dengan daya 10 hingga 20 kali lebih kuat daripada penyedot debu rumah tangga Anda. Bayi itu dengan cepat terkoyak oleh kekuatan isap, dan terdorong melalui selang ini ke dalam mesin isap, diikuti oleh plasenta.Dr. Anthony Levantino, MD: Meskipun rahim sebagian besar sudah dikosongkan pada tahap ini, salah satu risiko dari D&C (Dilasi dan Kuretasi) dengan metode penyedotan adalah aborsi yang tidak tuntas, yang pada dasarnya menyisakan potongan-potongan bayi atau plasenta. Hal ini dapat menyebabkan infeksi atau pendarahan. Dalam upaya mencegah hal ini, dokter aborsi menggunakan kuret untuk mengikis lapisan rahim. Kuret pada dasarnya adalah pisau melengkung dengan gagang panjang.Excerpt from “Dr. Levatino Destroys Abortion in 2 Minutes” by TFP Student Action – Aug. 24, 2018, Dr. Anthony Levantino, MD: Aborsi D&E (Dilasi dan Evakuasi) trimester kedua dilakukan antara sekitar minggu ke-14 dan ke-24 kehamilan. Pasien anda hari ini berusia 17 tahun. Dia sedang hamil 22 minggu. Bayinya sepanjang tangan anda, ditambah beberapa inci. Dan dia sudah merasakan bayinya menendang selama beberapa minggu terakhir, tetapi dia sedang tidur di meja operasi. Anda masuk ke ruang operasi itu dengan pakaian bedah lengkap, dan setelah mengangkat laminaria, anda memasukkan kateter isap ke dalam rahim. Ini adalah kateter isap 14 French. Jika usia kehamilannya 12 minggu atau kurang, pada dasarnya selebar tangan anda atau lebih kecil, Anda pada dasarnya bisa melakukan seluruh prosedur dengan alat ini. Namun, bayi sebesar ini tidak muat melewati kateter sebesar ini. Setelah menyedot cairan amniotik dari sekitar bayi, Anda memasukkan alat yang disebut penjepit sopher. Panjangnya sekitar 13 inci (33 sentimeter). Itu terbuat dari baja tahan karat. Bagian ujung penjepit ini memiliki panjang sekitar 2,5 inci (6,35 sentimeter) dan lebar setengah inci (1,27 sentimeter). Terdapat barisan gigi tajam. Ini adalah alat yang mencengkeram, dan ketika sudah mencengkeram sesuatu, ia tak akan melepaskannya. Prosedur D&E adalah aborsi buta. Jadi bayangkan diri anda memasukkan ini dan meraih apa pun yang bisa anda raih secara membabi buta lalu menariknya. Dan maksud saya benar-benar keras, dan akan muncul kaki sebesar itu yang anda letakkan di atas meja di sebelah anda, raih lagi, tarik lagi. Tarik keluar lengan yang panjangnya kira-kira sama, letakkan di atas meja di samping anda, dan gunakan alat ini berulang kali untuk merobek tulang belakang, usus, jantung, dan paru-paru. Kepala bayi sebesar itu kira-kira sebesar buah plum besar. Anda tidak bisa melihatnya, tetapi anda akan memiliki gambaran yang cukup jelas jika anda mendapatkannya, jika alat anda melingkari sesuatu dan jari-jari anda terentang sejauh mungkin. Anda tahu anda melakukannya dengan benar jika anda menekan alat tersebut dan bahan putih keluar dari serviks. Itu adalah otak bayi tersebut. Dan anda bisa menarik keluar potongan-potongan tengkorak. Dan anda mengalami hari seperti yang saya alami berkali-kali, kadang-kadang wajah kecil itu kembali dan menatap anda.Excerpts from “Jill Stanek’s story of exposing live births after abortion” by Right to Life Australia – Jul 5, 2017, Jill Stanek: Aborsi pada tahap kehamilan lanjut terkadang mengakibatkan bayi digugurkan dalam keadaan hidup. Dan jika mereka digugurkan saat masih hidup, mereka dibiarkan mati tanpa intervensi medis apa pun. Prosedur ini disebut aborsi induksi persalinan. Untuk melakukan metode aborsi ini, dokter memasukkan obat ke dalam saluran kelahiran ibu hingga ke serviks, dan serviks adalah lubang rahim. […] Dan para dokter yang melakukan metode aborsi ini menggugurkan bayi yang masih kecil, meskipun sudah terbentuk sempurna. […] Jadi, obat yang diberikan kepada ibu ini memaksa leher rahim untuk terbuka. Jadi, pada dasarnya, bayi itu jatuh keluar dari rahim begitu saja. Dan itulah sebabnya terkadang mereka digugurkan dalam keadaan hidup. […]US House of Representatives Judiciary Committee Hearing – Sept. 9, 2015, Melissa Ohden: Aborsi infus saline menggunakan cara penyuntikan larutan garam beracun ke dalam cairan ketuban yang mengelilingi janin. Tujuan dari larutan garam beracun itu adalah untuk melepuhkan janin sampai mati dari luar ke dalam. Selama berhari-hari, saya berendam dalam larutan garam beracun itu. Dan pada hari kelima prosedur, ibu kandung saya, seorang mahasiswi berusia 19 tahun, melahirkan saya setelah persalinannya diinduksi. Rencananya hidup saya akan diakhiri dengan aborsi itu.Excerpts from “Gianna Jessen Testimony – Planned Parenthood Exposed” by House Judiciary GOP – Sep. 11, 2015, Gianna Jessen: Metode aborsi ini membakar bayi luar dalam, membutakan dan mencekik anak itu, yang kemudian lahir dalam keadaan mati, biasanya dalam waktu 24 jam. Dan seharusnya ada sebuah foto. Ya, inilah yang telah saya alami. Alih-alih meninggal, setelah 18 jam terbakar di dalam rahim ibu saya, saya dilahirkan hidup di sebuah klinik aborsi di Los Angeles pada 6 April 1977. […] Dokter aborsi belum mulai bekerja. Seandainya dia ada di sana, dia pasti akan mengakhiri hidup saya dengan mencekik, membekap, atau meninggalkan saya di sana untuk mati. Sebaliknya, seorang perawat memanggil ambulans. Dan saya segera dilarikan ke rumah sakit. Para dokter memperkirakan saya tak akan selamat. Saya selamat. […]Media Report from EWTN – Oct. 21, 2021, Dr. Tara Sander Lee, PhD: Jika seorang wanita mengonsumsi pil aborsi ini, itu akan sangat sengaja. Itu akan membunuh anak itu dan akan menyebabkan kematian anak ini. […]Dll...
Dan jika kalian ditembak dengan senjata api, peluru menembus tubuh di mana-mana dan kalian mati tanpa ada yang menolong, lalu kalian langsung masuk neraka, bagaimana perasaan kalian? Bagaimana perasaan kalian?Dan semua orang religius, orang suci ini dan terhormat itu, orang-orang menyembah kalian. Orang percaya bahwa kalian lebih mengenal Tuhan daripada mereka, jika kalian lebih suci daripada mereka. Dan setiap hari, kalian diam-diam mendukung pembunuhan semacam ini. Seorang manusia kecil bahkan tidak punya kesempatan untuk melihat Matahari dan harus dibunuh dengan cara yang begitu keji dan kejam seperti itu. Kalian mendukungnya dengan tetap diam. Kalian mendukungnya bahkan sampai mengatakan bahwa kalian harus memaafkan tindakan aborsi ini – memaafkan mereka agar mereka dapat terus pergi ke gereja, memberi kalian lebih banyak uang dan membuat gereja kalian ramai sehingga kalian merasa bangga. Lalu, mereka bisa melakukannya lagi karena sangat mudah untuk dimaafkan. Cukup mendatangi kalian, mengaku, memberikan sejumlah uang, dan dosa itu selesai, ditebus.Media Report from The Economic Times – Nov. 22, 2016: Dengan penandatanganan surat ini, Paus Fransiskus telah mengizinkan semua imam untuk mengampuni umat beriman dari “dosa berat aborsi”.Media Report from Boston Herald – Sept. 2, 2015: Dalam surat dari Vatikan, Paus Fransiskus memberikan izin kepada imam untuk mengampuni aborsi asalkan wanita tersebut mengaku dosa dan meminta pengampunan di tahun Yubileum yang akan datang ini.Media Report from The New York Times – Nov. 22, 2016, Archbishop Rino Fisichella: Aborsi secara teknis adalah istilah yang mencakup semua orang yang terlibat dalam aborsi – yaitu wanita, perawat, dokter, siapa pun yang mendukung hal ini – Oleh karena itu, dosa aborsi melibatkan semua pihak. Dengan begitu, pengampunan dosa aborsi mencakup semua orang secara sama rata, melibatkan semua orang yang telah berperan dalam dosa ini. Dll...
Apakah Tuhan itu semacam makhluk yang menerima suap? Apakah Surga adalah semacam sistem pemerasan? Apakah kalian menyembah Tuhan, memuliakan Surga, ataukah kalian menodai Nama Tuhan atau meredupkan Kemuliaan Surga? Tanyakan ke diri sendiri, apa yang harus kalian lakukan?Para pemimpin dunia dan para pemimpin agama, kalian telah melakukan sesuatu yang luar biasa di satu atau lebih kehidupan kalian sebelumnya, jadi saat ini, kalian menuai imbalannya, berada di puncak dunia manusia. Orang-orang menyembah kalian. Orang-orang menghormati kalian. Orang-orang mendukung kalian, memilih kalian, dan memercayai kalian di posisi tertinggi di dunia ini. Kalian harus terus melakukan lebih banyak perbuatan baik, menyebarkan lebih banyak ajaran suci, mendekatkan orang-orang pada Tuhan, dan mendapatkan lebih banyak lagi pahala alih-alih kedudukan fisik atau imbalan fisik apa pun yang dapat diberikan kepada kalian. Kalian akan semakin dihormati oleh dunia, dan kalian akan membawa semakin banyak orang kepada Tuhan, untuk melakukan lebih banyak hal baik bagi semua orang di planet ini, mengikuti teladan kalian. Jika tidak, kita akan terus mendukung perang setiap hari, dan beberapa di antaranya meletus menjadi perang orang dewasa, perang manusia. Bukan hanya manusia, orang dewasa bersama-sama, tetapi manusia melawan bayi-bayi kecil di dalam kandungan, melawan domba kecil, anak domba, atau anak sapi, dan ikan kecil di laut, monyet liar kecil di hutan.Photo Caption: “Dengan Cemerlang Menerobos untuk Menerangi Hambatan – Area-Area yang Rapat.”










